16. Keajaiban Sholawat: Saat Tuhan Semesta Alam Membalas Salammu
Sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar rangkaian kata, melainkan jembatan cahaya yang menghubungkan seorang hamba dengan Tuhannya serta Rasul-Nya.
1. Satu Sholawat, Sepuluh Rahmat
Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim)
2. Mengapa Hadis Ini Begitu Istimewa?
Mungkin kita bertanya-tanya, bukankah dalam Al-Qur’an Surah Al-An'am ayat 160 Allah sudah menjanjikan bahwa setiap satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat? Lantas, apa keistimewaan tambahan dari hadis sholawat ini?
Imam Ibnul Arabi menjelaskan rahasia indahnya:
Lebih dari Sekadar Pahala: Jika kebaikan umum dibalas dengan sepuluh pahala atau derajat di surga, maka sholawat memiliki kemuliaan khusus.
Sambutan Langsung dari Allah: Balasan sholawat adalah Allah sendiri yang "bersholawat" (memberi rahmat dan memuji) hamba tersebut sebanyak sepuluh kali.
Balasan yang Setara: Allah tidak menjadikan balasan atas zikir kepada-Nya melainkan dengan zikir-Nya kepada kita. Demikian pula, Allah menjadikan balasan bagi mereka yang mengingat Nabi-Nya dengan cara Allah sendiri yang akan mengingat orang tersebut.
3. Hujan Kebaikan dalam Satu Ucapan
Imam Al-Iraqi menambahkan bahwa karunia ini tidak berhenti pada rahmat Allah saja. Bagi mereka yang bersholawat, Allah akan:
Mencatat 10 amal kebaikan.
Menghapus 10 dosa dan kesalahan.
Mengangkat kedudukannya 10 derajat lebih tinggi.
4. Peringatan bagi Si Kikir
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini: "Orang yang paling kikir adalah dia yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bersholawat kepadaku." (HR. An-Nasa’i, Tirmidzi, & Ibnu Hibban). Beliau juga menegaskan bahwa "orang yang paling dekat kedudukannya dengan beliau di hari kiamat kelak adalah mereka yang paling banyak bersholawat". (HR. Tirmidzi)
5. Rahasia Hari Jumat dan Salam yang Tersampaikan
Sangat dianjurkan untuk memperbanyak sholawat pada hari Jumat, hari yang paling utama. Rasulullah ﷺ bersabda: "Perbanyaklah sholawat kepadaku di hari itu, karena sholawatmu disampaikan kepadaku." Para sahabat sempat bertanya, "Bagaimana sholawat kami sampai kepadamu, sementara jasadmu telah menyatu dengan tanah?" Rasulullah ﷺ menjawab dengan kepastian wahyu: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi bumi untuk memakan jasad para nabi." (HR. Ahmad, Abu Dawud, & Ibnu Majah)
6. Cara Terbaik Menyapa Sang Kekasih (sholawat Ibrahimiyah)
Ketika para sahabat bertanya bagaimana cara bersholawat yang benar, Rasulullah ﷺ mengajarkan kalimat yang paling mulia: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkatilah Muhammad serta keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim di seluruh alam semesta. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
Semoga lisan kita senantiasa basah dengan selawat, agar jiwa mendapat ketenangan dan kelak mendapat syafaat.